Luv Sanguinis Phlegmantis-Ucil

Jumat, 15 Juni 2012

Youthanasia | Surat untuk Generasi Muda Saat Ini

Teruntuk:
Kalian yang saat ini disebut sebagai generasi muda

Benar adanya bahwa setiap generasi akan berpikir bahwa mereka adalah generasi yang lebih baik dari generasi sekarang, itu sudah rahasia umum. tapi disini kita tidak sedang membicarakan generasi siapa yang lebih baik, kalian punya keunggulan kalian sendiri yang tidak kami miliki, begitupun sebaliknya.

Sayangnya, kami sebagai generasi yang sudah lebih dulu menguasai dunia merasa prihatin atas apa yang terjadi pada dunia yang dikuasai oleh kalian, dunia dimana kamimau tidak mau harus melayangkan surat ini kenapa kalian. kami tidak sedang berkata bahwa generasi kalian buruk, hanya saja sulit untuk menyangkal bahwa ada yang salah dengan kata "anak muda" yang sedang kalian sandang.


   


Dulu, waktu kami masih duduk di kursi playgroup atau taman kanak-kanak, kami bermain. Sepenuhnya bermain, saat bermain maka kami belajar. Yang terjadi sekarang pada anak usia taman kanak-kanak adalah mereka belajar bahasa inggris, duduk dengan anteng di kelas sementara ayunan dan kotak pasir dimainkan hanya pada jam istirahat. Betapa ironis, anak-anak seharusnya bermain, bukan diam di kelas dan  mendengarkan guru menjelaskan pelajaran, karena toh kita akan mengalami itu di usia sekolah (SD-SMA). Dan tolong jangan pernah berkata apapun tentang nasionalisme ketika nilaimu dalam bahasa asing lebih bagus daripada nilai bahasa Indonesia mu. Oiya, iPad atau BB jelas bukan mainan anak-anak, jadi kalau orangtuamu hendak memberikannya pada adikmu yang masih kecil, tolong cegah dan beritahu mereka untuk memberinya congklak atau bola, atau tamiya lah boleh.





Dulu, yang disebut bermain secara berkelompok adalah sepakbola, basket, main engklek, cing sumput dll, bukanya duduk di hadapan komputer sepanjang hari untuk bermain warcraft bersama teman se-geng dari rumah masing-masing. Kita membangun experience atau level yang didapat dari mengalahkan monster. kita bergerak, kita berinteraksi dengan alam, badan kita jadi semakin sehat karena kotor (dalam istilah kesehatan kita menyebutnya "imunitas") bukannya merusak tulang punggung dengan duduk seharian, atau membuat diri kita lemah dengan tidak pernah terkena cahaya matahari. Percayalah, 6 atau 7 tahun mendatang kalian akan duduk sepanjang hari di depan komputer karena suatu hal yang disebut pekerjaan, pergunakanlah waktu bermain kalian sebaik mungkin.




Dulu, saat sedang jatuh cinta dengan seseorang, salah satu momen terbaiknya adalah ketika secara tidak sengaja berpapasan dengannya di lorong sekolah atau kantin, bukan ucapan "selamat tidur" yang didapat dari text instan handphone kita. Kita tersipu malu atau jadi penasaran ketika kita berusaha menebah-nebak tentang kecengan kita. Sayangnya sekarang rasa penasaran itu hilang karena dia selalu men-update statusnya setiap 5 menit sekali, dan kita jadi tahu apa yang dia lakukan sepanjang hari. And yes, masa indah cinta remaja adalah ketika seorang cowok mendatangi seorang cewek, mengajak berkenalan, lalu mungkin mengajak jalan pada suatu saat dikemudian hari, bukannya mendapat pin bb cewek itu dari temannya dan memulai percakaoan via pesan singkat yang tidak didapat secara mengejutkan di lacimu pada suatu pagi di sekolah. Yang kami tahu tentanf cinta adalah ketika rasa penasaran itu hilang, maka getaran itu akan hilang.



Dan untuk kalian para kaum hawa, please, high heels dan make up itu untuk tante-tante, lupakn tentang ide berdandan ala wanita dewasa untuk sebuah makan malam bersama pacar. Percayalah, jutaan perempuan di dunia ini rela membayar sejumlah uang yang hitungannya tidak masuk akal hanya untuk merasa (setidaknya) sedikit lebih muda. Kalian masih muda dan kalian menyia-nyiakan hal terpenting dalam diri kalian yang membuat semua orang iri : menjadi anak muda

Kalau kalian merasa sulit untu menerima pesan dari surat ini, maka jelas sekali ada yang salah dengan kalian.

Salam sayang,              
Generasi yang dulu pernah disebut  generasi muda.

Anak Muda

Source : P! mgzine

25 komentar:

  1. generasi sekarang memang tidak dapat diandalkan untuk dijadikan sebagai generasi penerus,kasihan yang tua2 sudah tua masih juga dipusingkan dengan pikiran siapa yang akan mewarisinya,.

    BalasHapus
  2. wow.. saya lahap habis tulisannya. jadi ingat masa kanak-kanak dulu dan masa-masa remaja jaman itu. jaman dimana kita benar-benar bermain bersama, belajar bersama. mengangumi seseorang dengan diam-diam di depan kelas. huuhuhuh.. kangen :)
    dan saya baru menginjak usia 23 tahun, tapi saya belum minat untuk memakai high heels, tas cangklong blink-blink maupun make-up yang tebal. saya teramat menikmati masa muda (bahkan sampai saat ini merasa masih muda, padahal. hahaha..)

    tulisan yang bagus, inspiratif :)

    BalasHapus
  3. TAMIYA...!!!
    dlu Q pecinta tamiya BLACK spider dan cybermagnum...
    tpi krg entah dimana mreka..
    T.T

    BalasHapus
  4. saya sangat setuju dengan pesan surat ini,terutama pada bagian akhirnya.banyak cwek yang rela berdandan ala orang dewasa demi memikat cwo,tapi setelah bersuami justru mereka terlihat"kumuh".Nice share.............

    BalasHapus
  5. bener bener,,, pesan bagus,, ini perlu dibaca sama anak muda sekarang nih..

    BalasHapus
  6. saya tangkap pada zaman ini adalah serba instant dan juga teknologi mempermudah urusan manusia. cuma masalahnya adalah tidak berbanding lurus dengan semakin mudahnya kebanyakan orang untuk paham urusan agama dan amal baiknya.

    BalasHapus
  7. bales komentnya Misbahudin ; setuju banget,emang gitu keadaan jaman sekarang.

    BalasHapus
  8. bales komentnya Zulham juga ; setuju banget sob, kasian para kakek nenek yang tua masih harus bekerja dan di pusingkan urusan remaja,

    BalasHapus
  9. setuju banget dengan argumen anda kawan.. semoga smua kaula muda membaca ini dan tersentuh untuk sedikit mengubah sikapnya... nice post kawan :)

    BalasHapus
  10. Sungguh saya merasa terharu dan eneteskan air mata membaca pesan ini. Harus bagaimana aku? Aku merasa orang yang paling salah sedunia :'( Aku jadi kecewa dengan diriku sendiri yang selama ini :'(

    BalasHapus
  11. Zaman dulu pegi sekolah kena sebat ngan cikgu, balik rumah kasitau parent tambah kena sebat lagi ngan parent.

    zaman sekarang pegi sekolah kena sebat ngan cikgu, balik rumah bagitau parent, parent pegi attack sekolah + report polis.

    ^_^

    BalasHapus
  12. Tika please bales komentar ini,
    maukah kamu bergabung dengan Blogger's Shout Out..?

    BalasHapus
  13. Wah, terimakasih banyak komentar positifnya, semoga semakin banyak generasi muda yang menyadari menyimpangan zaman ini yah sobat ;')

    BalasHapus
  14. jadi gimana Tik, gabung ya di BSO...?

    BalasHapus
  15. Itulah kenyataan yang terjadi sekarang ini,,,,perubahan drastis terjadi di kalangan generasi muda,,,,bahkan saya sering melihat mereka kesekolah menggunakan tas brended dan sepertinya bukan buku yang dibawa malah kosmetik,,,,hadeeuhhhh,,,,

    BalasHapus
  16. Ikutan nyimak aja karena saya adalah generasi transisi,saya berada di antara kedua generasi tersebut

    BalasHapus
  17. semoga negara tercinta kita akan menghasilkan generasi muda yang penuh kreatifitas, I like ur entry :D happy day ya :D

    BalasHapus
  18. Salut sama kamu sob...bagus banget artikelnya...sippppppppp

    BalasHapus
  19. SEnang Berada Disini Mari Kita Bertukar Link Sobat

    BalasHapus
  20. Amin semua doanya, semoga generasi muda sekarang mempu mengubah jadi lebih baik yah sob :D

    BalasHapus
  21. wah cukup bermanfaat nih... moga banyak yg baca...:D jgn lupa mampir sambil follow ya...:D

    BalasHapus
  22. benar skali, tuisannya mantaap :)

    BalasHapus
  23. Waah, terimakasih kunjungannya ;)

    BalasHapus
  24. mantep banget nih tulisan heheh :)

    BalasHapus