Luv Sanguinis Phlegmantis-Ucil

Kamis, 28 Juni 2012

Seandainya | Windhy Puspitadewi

Seandainya..
tentang rasa yang tak kunjung terucap


Huy, mari kita curcol lagi sobaaat .. wekkekekee
Siang ini, akhirnya gue dapet 1 dari sekian banyak novel yang gue ilerin di toko buku salah satu mall deket rumah... umh [ prok prok prok ]
Yaah, ini salah satu pilihan terbaik akhirnya, wkakakkakakaa pintar sekali
Dan buku yang satu ini, kereeeen abis.. mungkin harus gue cantumin best seller sendiri deh di covernya .. Bahahahha

.....
   Hai, First of all. aku mau minta maaf
karena telah meninggalkanmu di kafe secara
tiba-tiba. Kamu tidak marah kan?


Khas Juno, Rizki tanpa sadar tersenyum.

   Aku tahu, seharusnya semua yang telah
terjadi tidak boleh kuungkit lagi demi kebaikan
kita bersama. Tapi seperti katamu, kadang ada
sesuatu yang meluap dalam perasaan kita
yang tidak bisa kita bendung lagi.


Rizki menelan ludah. Untuk sedikit menenangkan perasaannya, dia memutar MP3 di komputernya. Dia tidak ingat apa yang ada di daftar playlistnya tapi kamudian terdengar alunan lagu-lagu lama Michael Jackson


   Aku tahu apa pun yang kukatakan tidak akan
merubah keadaan. Jangan menyesal atau merasa
bersalah terhadapku. Aku hanya mengungkapkan
apa yang ingin kukatakan. Aku tahu ini sudah
terlambat dan mungkin malah akan lebih
menyakiti hatimu dan hatiku. Tapi... paku
memang sudah tertancap baik aku mengirimkan
e-mail ini atau tidak.


Rizki menggigit bibirnya. Hatinya terasa sangat sakit.


   Riz, aku tidak akan melupakanmu. Tidak juga
pengakuanmu dan semua yang telah terjadi. Kamu
telah mengisi salah satu sisi dalam hidupku
dan akan selamanya seperti itu. Kamu telah
memberiku kenangan dan aku akan menyimpan
semua kenangan dalam hatiku sesakit apa pun,
sesedih apa pun.... Aku tidak akan pernah
melupakan semua hal yang telah terjadi dalam
hidupku. Aku yakin suatu saat.. entah kapan..
kenangan itu akan membuatku menjadi orang yang
lebih kuat. Karenanya, akan kukenang semua
ini selamanya.


Rizki mengela napas. Juno, kau..


   Riz, apa kamu ingat kata-kata Lincoln yang
ini: "Jika satu pintu ditutup maka akan ada
pintu lain yang terbuka, hanya saja terkadang
kita terlalu lama menyesali pintu yang tertutup
itu hingga tidak melihat pintu-pintu lain yang
dibukakan untuk kita". Aku tidak mau seperti
itu. Aku tidak mau terus berharap akan sesuatu
hal yang sudah tak mungkin kudapatkan. Aku
harus terus maju.
   Mungkin aku telah melakukan kesalahan dengan
mengirimimu e-mail ini, tapi toh kalaupun ini
adalah sebuah kesalahan, ini adalah kesalahan
terakhir kubuat untukmu.


 Beberapa kali Rizki harus menengadah untuk menahan air matanya agar tidak tumpah.


   Aku berharap kamu dan tunanganmu bahagia.
Sungguh, aku mengatakannya dengan tulus
dari hatiku.
   Riz, just promise me you will be happy,
coz I will...




Sincerely

Juno.

..........





Aku akan menjadi buih ...

Seperti putri duyung di dongeng itu, kelak aku akan 
menjadi buih dan membawa mati semua rahasia hatiku.
Sebut aku pesimis, tapi sudah terlalu lama aku menunggu
saat yang tepat untuk kebenaran itu. Dan selama itu, aku
melihat bagaimana benih-benih perasaanmu kepadanya
pelan-pelan tumbuh hingga menjadi bunga yang indah.

Aku kalah bahkan jatuh sebelum mulai angkat senjata.
Kau ada di hidupku, tapi bukan untuk kumiliki. Kerjap mata
indahmu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan
berubah. Meski begitu, kenapa aku tidak berusaha berbalik
dan mencari jalan keluar dari bayang-bayang dirimu?

Jika suatu hari kau menyadari perasaanku ini, kumohon
jangan menyalahkan dirimu. Mungkin memang sudah begini
takdir rasaku. Cintaku padamu tak akan pernah
melambung ke langit ke tujuh. Aku hanya akan membiarkan
buih-buih kesedihanku menyaru bersama deburan ombak
laui itu. Karena inilah pengorbanan terakhirku:
membiarkanmu bahagia tanpa diriku....

6 komentar:

  1. sedih banget yang diatas

    BalasHapus
  2. Hamzah : Iya, ceritanya sedih .. hiks

    BalasHapus
  3. gua takut kalo misalnya gue ngga ngungkapin,, apakah gue bakal seperti Juno?? kehilangan gitu karena udh milik org lain?? :'(

    BalasHapus
  4. Ah, kalau masalahanya kayak gitu. gue juga Jleb na, ngga tau harus apa ;')

    BalasHapus
  5. sendu banget ya ceritanya :')

    BalasHapus